Saturday, November 4, 2017

PH: 0852-2911-1168 (TSel), WA: 0888-5672-168, Teknologi Irigasi Tetes, Teknologi Sistem Irigasi Hemat Air

Teknologi yang dikembangkan untuk penghematan air adalah IRIGASI TETES. Air irigasi bisa langsung diberikan tepat ke zona perakaran dan dengan volume tidak berlebihan. Teknologi ini bisa membuat petani lebih hemat 70 persen dibanding irigasi alur.
Penghematan air ini akan berdampak positif melihat sisa pemborosan tersebut bisa digunakan untuk industri, air minum, dan kebutuhan pokok lainnya.
Pengertian Irigasi 

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram.

Selang Irigasi Tetes
PH: 0852-2911-1168 (TSel), WA: 0888-5672-168, Teknologi Irigasi Tetes, Teknologi Sistem Irigasi Hemat Air


Apa itu Irigasi Tetes ?

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan petani untuk mengairi lahan pertaniannya. Salah satu teknologi irigasi pertanian yang sudah dikembangkan adalah irigasi tetes. Irigasi tetes itu sendiri adalah metodeirigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor (Wikipedia). Irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien. Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai. 
Selang Drip Irigasi
PH: 0852-2911-1168 (TSel), WA: 0888-5672-168, Teknologi Irigasi Tetes, Teknologi Sistem Irigasi Hemat Air
 

Pada pertanian skala besar, irigasi tetes cocok untuk sistem pertanian berjajar, untuk buah-buahan, juga sistem irigasi di dalam greenhouse. Irigasi tetes juga menjadi sarana penting di negara-negara maju di seluruh dunia dalam mensiasati pasokan air yang terbatas. Irigasi ini dirancang khusus untuk pertanian bunga-bungaan, sayuran, tanaman keras, greenhouse, bedengan, patio dan tumbuhan di dak. Selain oleh petani tradisional, sistem mikro irigasi ini cocok untuk kebun perkotaan, sekolah, rumahan, operator greenhouse.

Dibandingkan dengan sprinkler atau penyiram taman sistem semprot, irigasi tetes jauh lebih efisien. Pada sistem sprilkel diperlukan sebanyak 400 galon air per jam, sementara tanah tidak diberi waktu untuk menyerap air. Hasilnya air lolos di permukaan tanah dan mengakibatkan erosi. Sementara dengan irigasi tetes air bisa dihemat hingga 50%.

Drip irrigation tidak membuang-buang air, tidak menyebabkan erosi dan sedikit air yang menguap. Air memiliki waktu untuk menyerap ke dalam dan secara kapiler ke seluruh area perakaran. Hasilnya, irigasi tetes memiliki efisiensi hingga 95% dibanding sistem sprinkler yang hanya 50% – 65%. Dengan penambahan pengatur waktu (timer) yang diprogram, sistem irigasi mikro ini secara otomatis akan menyiram tanaman dengan jumlah air yang tepat setiap hari sementara anda bisa berleha-leha di rumah atau bisa tenang bepergian. 
 
Cara kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan  mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman.
 
Manfaat dengan melakukan irigasi tetes ini, adalah :


a. Menyediakan air selama musim kemarau;

b. Mengurangi penggunaan tenaga kerja bila dibandingkan dengan penyiraman individu pertanaman melalui ataupun menggunakan gayung atau selang;

c. Menyalurkan air ke tempat yang diinginkan;

d. Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, sebagai akibat dari kemampuan irigasi tetes dalam memelihara tanah agar tetap lembab pada daerah perakaran

e. Mengusahakan tanah tempat media tumbuh tanaman selalu basah terairi tetesan air dan cukup untuk mengairi tanaman.

f. keberhasilan irigasi tetes ini perlu didukung media tanaman yang porositas baik dan mampu menahan air yaitu menggunakan campuran tanah dan sabut kelapa  atau lebih dekenal sebagaicocoped