Tuesday, November 7, 2017

PH: 0852-2911-1168 (TSel), WA: 0888-5672-168, IRIGASI TETES Pada TANAMAN CABAI



Cabe merah adalah salah satu komoditas sayuran penting yang banyak diusahakan oleh petani. Luas pertanaman cabe dari tahun ketahun terus meningkat dan berkembang karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Pada umumnya cabe merah ditanam pada akhir musim hujan atau menjelang musim kemarau, dengan tujuan untuk menghindari kendala - kendala yang terjadi di musim hujan. Sementara pada musim kemarau, kemungkinan masalah yang timbul adalah terbatasnya ketersediaan sumber daya air sehingga terbatas dalam kuantitas, kualitas, waktu dan kebutuhan di lokasi pertanaman.

.
Sudah saatnya dikembangkan sistem irigasi lain yang tetap memperhatikan aspek kepraktisan (workability) dan kelayakan (feasibility). Salah satu sistem irigasi yang dapat digunakan untuk tanaman cabe adalah SISTEM IRIGASITETES, dimana dengan mengembangkan sistem ini, dapat menghemat pemakaian air secara efektif dan efisien.

Keuntungan sistem ini adalah sedikit menggunakan air, air tidak terbuang percuma, dan penguapan pun bisa diminimalisir. IRIGASI TETES SELANG PLASTIK ini bisa dijadikan pilihan cerdas untuk mengatasi masalah kekeringan atau sedikitnya persediaan air di lahan - lahan kering. Irigasi pipa sederhana ini dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien.

.
PRINSIP DASAR irigasi pipa sederhana ini adalah memompa air ke penampungan air (water torn) setinggi 3 meter dan mengalirkannya ke tanaman dengan perantara pipa dan selang yang dilubangi dengan jarak sesuai jarak antar tanaman. Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan petang selama 10 menit s/d 12 menit tergantung fase pertumbuhan tanaman. Sistem tekanan air rendah ini menyampaikan air secara lambat dan akurat pada akar - akar tanaman, tetes demi tetes.

.


Metode pengairan dengan irigasi pipa sederhana ini dilakukan dengan instalasi jaringan pipa air dengan menggunakan Pralon PVC (polivinilchlorida) pada tiap bedengan tanaman. Komponen utamanya adalah Pipa Pralon PVC, Selang Plastik Irigasi Tetes, Sambungan Pralon, Pompa Air dan Tandon Air. Pipa Pralon PVC ukuran besar (minimal 1 inch) digunakan sebagai Pipa Utama, sementara Selang Plastik Irigasi Tetes dengan ukuran 4 centimeter (atau ukuran Pralon ¾ inch) digunakan sebagai Selang Irigasi Tetes. Pipa utama berfungsi sebagai pembagi air ke setiap Selang Irigasi Tetes. Selang Irigasi Tetes diberi lubang sesuai jarak tanaman untuk mengalirkan air  ke setiap tanaman dengan jarak sesuai jarak antar tanaman.

.                                                                                             

Pengairan atau penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan petang dengan lama penyiraman tergantung fase pertumbuhan tanaman. Pada fase pertumbuhan penyiraman dilakukan selama 10 menit, pada fase pembungaan dan pembuahan 11 menit dan fase panen 12 menit. Dengan asumsi bahwa kebutuhan air per tanamanmenurutSuhadi M, pada fase pertumbuhan adalah 480 ml/tanaman, fase pembungaan / pembuahan 520 ml/tanaman dan fase panen sebanyak 540 ml/tanaman (sumber : Suhadi M, 2013).

Dibandingkan dengan penyiraman sistem semprot yang memerlukan jumlah air yang banyak, sistem pengairan pipa sederhana ini lebih menghemat air. Sistem semprot membutuhkan air yang sangat banyak sementara tanah tidak diberi waktu yang cukup untuk menyerap air. Hasilnya air akan lolos di permukaan mengakibatkan erosi. Irigasi Tetes ini tidak membuang - buang air, tidak menyebabkan erosi dan sedikit air yang menguap sehingga cukup dapat menghemat air. Dan air memiliki waktu untuk menyerap ke dalam dan secara kapiler keseluruh area perakaran.

Demikian juga dengan kebiasaan petani yang melakukan penyiraman tanaman dengan menggunakan gembor berkapasitas 15 liter, yang dilakukan sebanyak 2 hari sekali. Satu gembor digunakan untuk menyiram 6 - 7 tanaman. Air yang digunakan untuk menyiram tanaman perbatang adalah 15 liter/7 tanaman sehingga per 1 batang tanaman menerima air air sebanyak 2,14 liter. Sedangkan kebutuhan air bagi tanaman cabai masing- masing fase pertumbuhan berbeda, agar air yang digunakan bisa optimal maka irigasi harus diatur sesuai dengan kebutuhannya. Irigasi yang sering dilakukan petani kebanyakan dengan menggunakan gembor. Dengan perlakuan tersebut kebutuhan air yang digunakan lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan Irigasi Tetes.
.

Penggunaan Sistem Irigasi Tetespada Tanaman Cabai yang sudah diterapkan oleh Kelompok Tani Karya Sejahtera, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, sangat mudah diterapkan pada petani cabe lainnya karena teknologinya sederhana dan cara pembuatannya mudah dengan harga yang relatif murah. Pertumbuhan tanaman pada penerapan Irigasi Tetes di kelompok tani tersebut dapat tumbuh dan berproduksi secara normal dibandingkan dengan perlakuan penyiraman dengan gembor yang biasa dilakukan petani. Penggunaan Irigasi Tetes dapat menghemat air yang dapat mencapai lebih dari  0,5 liter per tanaman per hari, sehingga jika penghematan penggunaan air dilakukan akan meningkatkan luas areal tanaman. Dengan estimasi biaya instalasi yang dilakukan oleh kelompok tani sebesar Rp.920,-/batang dengan luasan 50 m2 jarak tanam 50mx70m dan populasi 128 batang tanaman cabe. Apabila harga cabe  Rp.15.000,-/kg, maka biaya instalasi irigasi pipa setara dengan produksi cabe sebesar 0,06 kg. Suatu biaya instalasi yang cukup murah untuk mendapatkan hasil yang tinggi.


Sistem Irigasi Tetes ini cepat, mudah dirakit dan dapat dipergunakan berulang kali. Dalam kondisi iklim yang tidak menentu dan ketersediaan air yang sangat terbatas, kenapa tidak kita coba mengembangkan teknologi pengairan dengan pipa sederhana pada budidaya tanaman cabe terutama di musim kemarau.
.
Untuk Kebutuhan Selang Irigasi Tetes, Silakan menghubungi:
Adi Wijaya #selangirigasitetes
PT  Hidup Baru Plasindo.
PH: 0852-2911-1168 (TSel).
WA: 0888-5672-168.
.
Irigasi Tetes pada Tanaman Cabai
PH: 0852-2911-1168 (TSel), WA: 0888-5672-168, IRIGASI TETES Pada TANAMAN CABAI
.